//

Coppelia, Ballet & Jazz

Media Review

COPPELIA, Ballet & Jazz in Modern Setting

WOMEN’S HEALTH, BE HEALTHIER & SEXIER VOL. 10 JULY 2004 29 & 30 Mei 2004

Namarina, adalah kelompok ballet di Jakarta yang telah sukses berdiri selama 48 tahun. Dan untuk kesekian puluh kalinya, kini Namarina menggelar pertunjukan “COPPELIA, Ballet & Jazz in Modern Setting” di Gedung Kesenian, Jakarta, yang diadaptasi dari cerita ballet klasik “COPPELIA.” Hanya saja kini digarap lebih modern, baik dari segi tari, musik dan tata panggungnya, agar dapat dinikmari oleh seluruh lapisan usia, tapi tetap tidak meninggalkan keaslian dari cerita itu sendiri.

Read more

 

COPPELIA DENGAN SENTUHAN MODERN

FEMINA, EDISI NO.24/XXXII 10 – 16 JUNI 2004 /BINTANG & PERISTIWA

SWANILDA (RIALITA WIJAYA) kesal bukan kepalang saat memergoki Fanz (Edmund Gaerlan), tunangannya, sibuk menggoda Coppelia (Sherina) yang duduk di atas balkon rumah Dr. Coppelius (Joshua Pandelaki). Dengan geram Swanilda menyelinap ke rumah Dr. Coppelius untuk mencari tahu: siapa gerangan Coppelia? Ia terkesima ketika menemukan ruangan penuh boneka yang bisa bergerak seperti manusia. Di sebuah lemari tertutup ia mendapati Coppelia yang selama ini dicemburuinya. Ternyata, gadis rupawan yang kerap duduk membaca di balkon rumah Dr. Coppelius itu hanyalah sebuah boneka. Kejeniusan Dr. Coppelius membuat Coppelia terlihat hidup seperti manusia.

Read more

 

Coppelia , Ballet & Jazz in Modern Setting

PERTAMA MAGAZINE, EDISI JUNI 2004

Bercerita tentang sepasang kekasih Franz dan Swanilda yang tinggal di sebuah kota. Di kota itu pula tinggal sseorang pria berkarakter unik bernama Dr. Coppelius yang memiliki kemampuan membuat boneka dengan ramuan ajaibnya. Coppelia adalah salah satu karyanya. Frans ternyata jatuh cinta kepada Coppelia dan Swanilda pun berang mengetahui hal tersebut. Swanilda dan kawan-kawannya pun telah berupaya untuk menyelidiki siapa gerangan Coppelia….

Read more

 

Coppelia, Nuansa Ballet Klasik dan Jazz Nuansa Konflik hingga ceritanya menjadi happy ending bak drama-drama percintaan dalam sinetron.

REPUBLIKA, MINGGU 23 MEI 2004

Pementasan ballet, Coppelia Ballet & Jazz in Modern Setting dari Namarina Dance Company merupakan sebuah cerita legenda rakyat Prancis yang disajikan dalam bentuk balet klasik (Paris, 1870). Coppelia pertama kali dipentaskan dalam bentuk aslinya oleh The Royal Ballet pada tahun 1954 dengan penari utamanya Ninette De Valois dan Victor Hochhauser diiringi musik klasik indah karya Celibes (1836-1891).
Pertunjukan Coppelia akan ditampilkan selama dua hari di Gedung Kesenian Jakarta, Sabtu dan Ahad (29-30/5), melibatkan tiga koreografer sekaligus yaitu Maya Tamara, Dinar Karina dan Sussi Andri. Ditarikan lebih fleksibel dengan gerakan dasar balet yang dikombinasi dengan jenis tari modern.

Read more

 

PENTAS BALET NAMARINA DANCE COMPANY, Coppelia dan Britney Spears

KORAN TEMPO, RABU 2 JUN 2004/HALAMAN B2

Di tengah lakon klasik Coppelia yang ditulis pada1870, mendadak muncul serombongan boneka modern berambut punk dan menari ala Briney Spears

JAKARTA — Swanilda nekat memasuki rumah Dr. Coppelius diikuti teman-temannya. Di sana ia mendapati sejumlah boneka dengan berbagai kostum. Tiba-tiba boneka itu bergerak ketika salah seorang temannya menekan tombol sebuah remote control. Menarilah tiga boneka wanita berkostum warna-warni itu diiringi lagu Toxic Britney Spears.

Read more