Coppelia , Ballet & Jazz in Modern Setting

// Author: admin // 0 Comments

Bercerita tentang sepasang kekasih Franz dan Swanilda yang tinggal di sebuah kota. Di kota itu pula tinggal sseorang pria berkarakter unik bernama Dr. Coppelius yang memiliki kemampuan membuat boneka dengan ramuan ajaibnya. Coppelia adalah salah satu karyanya. Frans ternyata jatuh cinta kepada Coppelia dan Swanilda pun berang mengetahui hal tersebut. Swanilda dan kawan-kawannya pun telah berupaya untuk menyelidiki siapa gerangan Coppelia….

Kalian pasti sudah gak asing lagi kalo mendengar Namarina sekolah ballet dan jazz. Namarina ballet dan jazz didirikan pada tahun 1956 oleh Nanny Lubis (alm), yang telah turut aktif berpartisipasi membangun dan meningkatkan kesehatan maupun menumbuhkan rasa cinta seni dalam masyarakat. Namarina pun pernah mendapat kepercayaan untuk membantu kesuksesan program pemerintah, dengan ikut serta berpartisipasi dalam upacara pembukaan Pekan Olah Raga Nasional (PON). Didukung oleh lebih dari 40 tenaga pengajar, Namarina saat ini telah memiliki 2000 murid dan anggota yang tersebar di dua studio utama dan lima cabang studio di Jakarta.

Pada tanggal 29 Mei dan 30 Mei 2004 yang lalu, Namarina mempersembahkan “Coppelia Ballet & Jazz in Modern Setting” Acara yang diselenggarakan di Gedung Kesenian Jakarta ini berhasil menarik banyak penonton, Jadi, terbukti kalo ballet dan jazz masih sangat diminati. Ballet adalah tarian yang indah dan menyenangkan. Maka agar dapat dinikmati oleh penonton dari segala lapisan usia, Namarina mengubah tatanan Coppelia dalam gubahan tari dan tata panggung yang lebih modern namun tetap tidak meninggalkan akar balet klasiknya.

Sebagai organisasi yang telah bergelut di bidang seni khususnya balet dan jazz, selama 48 tahun, Namarina secara rutin setiap tahun menyelenggarakan pementasan yang melibatkan para penari senior yang telah dipilih melalui proses seleksi. Nah.. pada tahun 2004 ini, Namarina mempersembahkan “Coppelia, Ballet & Jazz in Modern Setting” yang diadaptasi dari legenda ballet klasik “Coppelia.” Pertama kali dipentaskan dalam bentuk aslinya oleh The Royal Ballet pada tahun 1954, dengan koreografer Arthur SaintLeon (1870, Paris) dan penari utama Ninette de Valois serta Victor Hochhauser, diiringi musik-musik gubahan Leo Delibes, serta Afrocelt, Britney Spears, dan Mor Thiam. Pementasan Coppelia yang dimainkan oleh 53 penari dan didukung oleh 35 tim produksi ini akan menjadi tontonan yang segar, bermutu dan mendapat tempat di hati penonton. Pementasan Coppelia ini dikoreograferi oleh Dinar Karina, ARAD, dan Sussi Andri, ARAD. Mereka sudah cukup lama berkecimpung di ballet dan untuk artistic director-nya ialah Maya Tamara, LRAD,ARAD yang memang sudah tahunan berkecimpung di dunia ballet dan tari.

PERTAMA MAGAZINE, EDISI JUNI 2004

Have your say