COPPELIA DENGAN SENTUHAN MODERN

// Author: admin // 0 Comments

SWANILDA (RIALITA WIJAYA) kesal bukan kepalang saat memergoki Fanz (Edmund Gaerlan), tunangannya, sibuk menggoda Coppelia (Sherina) yang duduk di atas balkon rumah Dr. Coppelius (Joshua Pandelaki). Dengan geram Swanilda menyelinap ke rumah Dr. Coppelius untuk mencari tahu: siapa gerangan Coppelia? Ia terkesima ketika menemukan ruangan penuh boneka yang bisa bergerak seperti manusia. Di sebuah lemari tertutup ia mendapati Coppelia yang selama ini dicemburuinya. Ternyata, gadis rupawan yang kerap duduk membaca di balkon rumah Dr. Coppelius itu hanyalah sebuah boneka. Kejeniusan Dr. Coppelius membuat Coppelia terlihat hidup seperti manusia.

Legenda balet klasik ini dipentaskan pada 29-30 Mei lalu di Gedung Kesenian Jakarta oleh guru dan murid sekolah balet Namarina serta sejumlah penari tamu. Di tangan Artistic Director Maya Tamara, Coppelia (pertama kali dipentaskan The Royal Ballet, Inggris,1954) mendapat sentuhan baru. Untuk menata ulang kisah Coppelia, Maya dibantu dua koreografer Dinar Karina dan Sussi Andri. Alhasil, Coppelia versi Namarina tampil dalam tarian dan tata panggung yang lebih modern. Kostum yang dikenakan para penari Namarina, misalnya, terlihat atraktif dalam balutan balet berwarna-warni ‘menyala’. Sentuhan modern terutama sangat terasa di babak kedua. Di babak ini Namarina membubuhkan tarian-tarian masa kini, seperti hip hop dance, disko, dan bahkan gerak tari etnik. Juga iringan musik masa kini, salah satunya Toxic dari Britney Spears.

Penampilan modern ini bukannya tanpa maksud.”Kami sengaja menata ulang kisah ini, namun tanpa meninggalkan akar balet klasiknya. Tujuannya, agar tari balet dapat dinikmati segala umut. Kalau terlalu klasik, takutnya penonton kurang bisa menikmati,” kata Maya. Untuk mendukung pentasnya, Maya mengerahkan 60 Penari pilihan dan 35 orang tim produksi.

Harapan Maya tampaknya terpenuhi. Coppelia tampil segar dan memanjakan mata. Buktinya, para penonton, terutama anak-anak, betah di kursinya hingga pertunjukan yang berdurasi dua jam ini usai.

FEMINA, EDISI NO.24/XXXII 10 – 16 JUNI 2004 /BINTANG & PERISTIWA

Have your say