//

About Principal / Artistic Director: Maya Tamara, LRAD, ARAD

Maya Tamara mulai diajarkan ballet oleh ibunya, Almarhumah Nanny Lubis, sejak umur 5 tahun. Pada tahun 1975, Maya Tamara mendapatkan “Elementary Certificate” dari Royal Academy of Dancing (RAD) di Singapore. Setahun kemudian ia berangkat ke London untuk menekuni classical ballet. Dua tahun pertama, ia adalah murid dari Almarhumah  Ruth French – salah seorang  penari utama dari Pavlova Dance Company dan juga penguji Vocational Graded RAD. Maya Tamara mendapatkan kesempatan menjadi asisten Almarhumah Ruth French dan mengajarkan ballet anak-anak di Marble Arch Primary School, London. Pada akhir tahun, Maya Tamara mendapatkan “Intermediate Certificate” RAD dan “Imperial Society of Teacher of Dancing” dengan predikat “Honours”  (lulus dengan baik sekali).

Pada bulan September 1978, Maya Tamara terdaftar sebagai murid The Royal Academy of Dancing, London, Inggris. Ia mulai menciptakan koreografi  tarian-tarian yang dipertunjukkan pada saat produksi kampus yang diadakan setiap 6 bulan sekali. Ia juga adalah satu dari 4 murid terpilih untuk mendemonstrasikan Dance Education Syllabus dan Historical Dance di Jerman.

Pada bulan Februari 1981, Maya Tamara mendapatkan “Advanced Certificate” RAD, dan pada bulan Juli 1981 mendapatkan sekaligus beberapa Diploma, antara lain : LRAD (Teacher’s Diploma), ARAD (Dancer’s Diploma) dan AISTD (Teacher’s and Dancer’s Diploma National Branch ISTD). Maya Tamara adalah orang pertama dari Indonesia yang lulus dari dari The Royal Academy of Dance. Pertengahan tahun 1981, Maya Tamara pulang ke Indonesia untuk kembali bergabung dengan NAMARINA dan menjadi Artistic Director. Ia mulai menciptakan karya tari baik classical ballet maupun modern jazz. Sampai saat ini sudah begitu banyak karyanya yang dipentaskan.

Pada bulan Agustus 1993, setelah Almarhumah Nanny Lubis meninggal, Maya Tamara menggantikan kedudukannya dan menjabat posisi sebagai Pimpinan NAMARINA sekaligus Direktur Artistik. Selain itu Maya Tamara juga aktif membangun dunia senam di Indonesia, antara lain:

1994 – 1998   Menjabat sebagai Komisi Teknik General Gymnastic Persatuan Senam Indonesia (PB Persani)

1995               Memperoleh penghargaan “Indonesian Fitness Leader of the year” dari Network for Fitness Professional Australia

1998               Memperoleh penghargaan “Adi Manggala Krida” dari Kantor MENPORA, Penghargaan ini diberikan khusus pada seseorang yang memiliki dedikasi yang tinggi dalam Pendidikan Olahraga di Indonesia

1997 – 2002   Ketua Umum Asosiasi Kebugaran Indonesia (ASKI)

2002 – 2005   Ketua Umum Asosiasi Kebugaran Indonesia (ASKI)

2002 – 2006   Komisi Teknik General Gymnastic PB Persani

2011               Memperoleh Sertifikasi dan Akreditasi sebagai Institusi Pendidikan Luar Sekolah dengan nilai “Baik” dari Kementerian Pemuda dan Olahraga RI

2013               Sebagai pencipta Bahan Acuan Pembelajaran di Lembaga Sertifikasi Kompetensi Senam Indonesia (LSKSI) di bawah naungan Ditjen PAUDNI Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI

2013               Membawa murid-murid NAMARINA mewakili Indonesia untuk pertama kalinya di Festival Asian Gymnaestrada ke-4 di Singapura, sebuah festival senam kebugaran untuk berbagai kelompok usia, gender dan latar belakang sosial-budaya

Back