//

About Founder: NANNY LUBIS (1926-1993)

24 November 1926 tentu merupakan salah satu dari hari yang berbahagia bagi pasangan Ir. Abdul Hadi Lubis dan Siti Nurida Siregar. Pada hari itu, putri kedua dari ke-empat anak mereka telah lahir dan diberi nama Nanny Anistasia Lubis. Hanya mungkin mereka tidak pernah berpikir bahwa Nanny di kemudian hari menjadi salah seorang tokoh penting dalam dunia tari dan senam di Indonesia.

Pendidikan formal Nanny dimulai dengan ELS (setara dengan Sekolah Dasar sekarang), kemudian ke MULO (Sekolah Menengah Pertama), dan berlanjut ke SMT (sekarang dikenal sebagai SMA Kanisius). Selanjutnya ia juga memperoleh kesempatan mengecap pendidikan di Universitas Indonesia pada Fakultas Hukum dan Sastra. Sewaktu masa sekolahnya, ia dikenal sebagai seorang gadis yang super aktif dan banyak terlibat dalam berbagai kegiatan olah raga. Lempar cakram merupakan cabang olah raga yang sangat digemarinya.

Dunia ballet mulai digelutinya sejak ia berumur 12 tahun. Saat itu Ia berlatih di bawah bimbingan Nyonya Meyer, seorang guru Ballet asal Belanda. Melihat bakat dan kemauan yang begitu besar, Nyonya Meyer kemudian menyarankan Nanny untuk mendirikan sekolah ballet sendiri. Dan ternyata saran itu dilaksanakan oleh Nanny dengan mendirikan NAMARINA pada tahun 1956.

Seiring dengan perhatiannya yang semakin besar terhadap ballet dan senam, ia kemudian pergi ke berbagai penjuru dunia untuk lebih memperdalam pengetahuannya, dalam kedua bidang tersebut (senam dan ballet). Negeri-negeri tempatnya menuntut ilmu adalah Belanda, Inggris, Singapura, Jepang, Jerman dan Amerika Serikat. Sedangkan Lola Rugge Ballet Schule di Hamburg, Taylor Beauty and Body Culture di Singapura dan Royal Academy of Dancing di London merupakan beberapa sekolah diantara yang pernah ia singgahi. Dari sekolah-sekolah ini ia berhasil memperoleh lisensi baik sebagai guru ballet maupun senam.

Di samping aktivitasnya dalam dunia ballet dan senam, Nanny juga sempat berkarir sebagai penyiar di Radio Republik Indonesia untuk beberapa tahun. Ia mengundurkan diri dari jabatan tersebut karena NAMARINA membutuhkan perhatian yang lebih besar.

Semasa hidupnya, Nanny Lubis menerima berbagai penghargaan baik dari pemerintah Republik Indonesia maupun organisasi-organisasi terkemuka dalam dan luar negeri. Berikut adalah beberapa penghargaan yang pernah beliau terima:

1982    Veteran Pejuang Kemerdekaan Republik Indonesia

1982    Salah satu Wanita Indonesia yang masuk dalam buku “The World Who’s Who Women”

1985    Ibu Pelopor Senam Indonesia

Nanny Lubis bukanlah hanya telah membuktikan dedikasinya terhadap seni dan senam, tetapi juga memberikan kasih sayang serta pengetahuannya kepada kita semua. Dengan menanamkan hal-hal ini, kami bertekad untuk meneruskan cita-citanya yaitu membangun sebuah bangsa yang sehat dan memupuk apresiasi masyarakat terhadap seni.

Back